Situ Gintung, 1 April 2009 , Sampai sore ini berbagai bantuan dalam bentuk makanan siap olah dan pakaian terus mengalir. Sementara yang sudah adapun belum tersalurkan seluruhnya. Akibatnya banyak kotak makanan dan pakaian yang menumpuk di lokasi.
"Saya mah sebenrnya bingung ama cicilan motor saya. Bukannya soal makanan mas" ujar salah seorang korban yang berprofesi sebagai tukang ojek. Motornya yang biasa dipakai narik ojek hanyut entah kemana. Sampai hari ini bangkainyapun belum diketemukan. Kemungkinan sudah terbawa truk yang mengangkut sampah-sampah sisa bencana.
Begitu pula dengan salah seorang ibu yang biasa berdagang makanan di sekitar kampus yang juga menjadi korban tragedi Situ Gintung. Ibu ini lebih mengharapkan bantuan berupa uang tunai ketimbang pakaian dan makanan siap olah.
Masalah lain yang timbul adalah sampah sisa makanan dan dus-dus sisa mi instant sudah semakin menggunung. Jika tidak segera diangkut maka akan menjadi masalah baru. Tidak menutup kemungkinan malah akan mendatangkan penyakit. Karena saat ini sudah banyak lalat yang berkeliaran ditambah bau tak sedap yang semakin menyengat.
/kalaka


Wah, kasian juga tuh tukang ojek. Tapi, bukannya cicilannya jadi lunas kalo kena bencana alam?
Admin ESQ Magazine’s last blog post..Tanggungjawab dalam SCM