Perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Gartner dan Forrester Research sempat mengatakan bahwa Gelombang Krisi Ekonomi tidak akan menghantam industri teknologi. Nyatanya satu per satu kaisar di Silicon Valley mulai terhantam badai.
silicon valley
Krisis keuangan global mulai dirasakan dampaknya pada September 2008. Awalnya krisis global ini tidak begitu terasa tekanannya bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri teknologi informasi. Berbeda dengan sektor lain yang sejak akhir 2008 lalu mulai melakukan beberapa efisiensi termasuk terpaksa ‘merumahkan’ puluhan bahkan ratusan karyawannya.
Tidak berimbasnya krisis pada industri teknologi informasi diperkuat oleh prediksi dari perusahaan analisis pasar dan keuangan terkemuka.
Ken McGee dan Mark McDonald dari Gartner menyatakan bahwa Industri IT lebih tahan dalam menghadapi krisis. Bahkan pada September 2008 lalu Andrew Bartels dari Forrester berani memprediksi akan terjadi peningkatan pembelian produk IT sebesar 10% pada kisaran Mei 2009.
Namun kenyataannya belum terlalu lama tahun 2009 melenggang, gelombang krisis telah menghantam hampir seluruh sektor industri termasuk industri teknologi informasi. Rontoknya industri perumahan yang berkembang menjadi krisis finansial secara keseluruhan berdampak pada menurunnya bujet belanja IT di banyak perusahaan.
Pemecatanpun terjadi
Cisco System, raksasa jaringan dunia secara global melakukan pengetatan bujet sampai dengan US$1 Milyar serta meniadakan rekrutmen untuk tahun 2009.
Microsoft, perusahaan yang softwarenya sangat mendominasi dunia pada Januari 2009 lalu mengumumkan rencana pemecatan besar-besaran sampai sekita 5.000 karyawan.
Intel dan AMB, kaisar prosesor dunia turut melakukan pemecatan serta penutupan pabrik serta laboratoriumnya. Intel melakukan penutupan pabrik di Malaysia dan laboratorium di Filipina pada Januari 2000 lalu. Sementara AMD mengumumkan rencana pemecatan 600 karyawannya.
Lenovo yang baru saja mengakuisisi unit bisnis PC IBM merencanakan pemecatan atas 200 karyawannya. Bahkan Produsen Ponsel Sejuta ummat Nokia pun mengalami hal serupa. Sebanyak 600 karyawannya dari berbagai bagian diumumkan akan dikurangi.
Google, pendekar Internet dunia ini juga sedang bersiap-siap memecat beberapa karyawannya, serta menghentikan rekrutmen untuk tahun 2009.
Jus Apel memang segar
Jika banyak istana megah di Silicon Valley yang sedang pusing, Steve Jobs malah kipas-kipas di singgasananya. Disaat perusahaan lain dilanda kelesuan luar biasa, Apple Inc mencatat rekor keuntungan tertinggi senilai US$1,6 Milyar. Untuk hal ini Steve Jobs pantas untuk disebut sebagai Kaisar Silicon Valley. Entahlah, apakah Steve Jobs akan terus beruntung sampai akhir 2009 nanti. Kita tunggu saja.
/tea

